Juventus berhasil merebut gelar pertamanya musim ini dengan menjuarai Piala Super Italia setelah mengalahkan Napoli dengan skor 4-2 setelah melalui babak perpanjangan waktu dalam pertandingan yang berlangsung di stadion Bird Nest, Beijing, China. Gelar ini sendiri membuktikan bahwa Juventus tetap tangguh walaupun tidak didampingi oleh pelatih mereka, Antonio Conte yang sedang menjalani masa hukuman 10 bulan akibat kasus scommesepoli dan posisinya digantikan sementara oleh Massimo Carrera.
Pertandingan sendiri berjalan keras dan sengit. 15 menit pertama pertandingan, nyaris tidak ada peluang berarti yang diciptakan kedua tim yang memakai pola 3-5-2. Bola banyak bergulir di lapangan tengah. Tembakan Marchisio di menit 15 memanfaatkan kerjasama dengan Asamoah dan Pirlo masih bisa diblok pemain belakang Napoli. Tendangan Hamsik di menit ke 19 pun masih melebar. Hingga akhirnya pada menit ke 26, memanfaatkan gagalnya jebakan offside yang diterapkan oleh Juventus, Cavani menerima bola terobosan dari tengah lapangan dan lolos sendirian hingga tinggal berhadapan dengan Buffon. Meskipun Buffon sempat mematahkan pergerakan Cavani namun bola kembali dikuasai Cavani dan tendangannya berhasil membuat Napoli unggul 1-0.
Tertinggal 1-0, Juventus mencoba menyerang, namun kurangnya fokus lini belakang membuat mereka nyaris kebobolan kembali di menit ke 31 yang berawal dari kesalahan Asamoah dalam melakukan lemparan ke dalam. Bola lemparannya malah mendarat di kaki Cavani dan dioperkan pada Pandev sayang tendangan Pandev masih tepat dalam tangkapan Buffon. Namun di menit ke 37, berawal dari serangan balik, umpan silang Vidal dari sayap kanan dimanfaatkan oleh Asamoah dengan tendangan first time kaki kiri dan menghasilkan gol cantik sekaligus menyamakan kedudukan 1-1. Setelah gol itu, Juventus terus menguasai penguasaan bola, namun Napoli yang bermain efektif dan mengandalkan serangan balik berhasil unggul 2-1 melalui gol Pandev yang memanfaatkan blunder Bonucci. Pandev yang tinggal berhadapan dengan Buffon men-chip bola melewati jangkauan Buffon meskipun Bonucci mencoba menghadangnya. Babak pertama Napoli unggul 2-1.
Babak kedua Juventus memasukkan Vucinic untuk menggantikan Matri yang tidak maksimal di babak pertama. Baru beberapa menit bermain, tendangan Vucinic nyaris saja membobol gawang De Sanctis, sayang masih mengenai mistar gawang. Tendangan bebas Pirlo di menit ke 53 pun masih bisa diblok oleh De Sanctis. Napoli juga sesekali mengancam melalui agresivitas Cavani, sayang 2 peluang yang diperolehnya masih melebar. Di menit ke 57 lagi-lagi Vucinic yang sudah one on one dengan De Sanctis belum bisa menjebol gawang Napoli, tendangannya masih bisa diblok De Sanctis. Juventus terus membombardir Napoli, namun peluang-peluang yang didapat dari tendangan bebas Pirlo maupun tembakan Giovinco masih belum menemui sasaran
Akhirnya di menit ke 70, berawal dari pelanggaran Fernandez terhadap Vucinic di kotak penalti, Juventus mendapatkan penalti dan Vidal berhasil mengeksekusi tendangan penalti untuk menyamakan kedudukan 2-2. Setelah kedudukan 2-2, pertandingan makin memanas, sempat terlihat beberapa kali pemain dari kedua tim bersitegang hingga harus dipisahkan wasit dan puncaknya di menit ke 83, Pandev menerima kartu merah karena dianggap berkata kasar pada hakim garis. Tidak hanya itu, di menit ke 90, Zuniga pun menerima kartu merah setelah menerima akumulasi kartu kuning. Di mana kartu kuning pertama ia dapatkan setelah bersitegang dengan Lichsteiner dan kartu kuning kedua didapat setelah melanggar Giovinco. Melakukan protes berlebihan, pelatih Walter Mazzari pun dikartu merah oleh wasit. Akhir babak kedua skor 2-2 dan pertandingan dilanjutkan ke perpanjangan waktu.
Babak perpanjangan waktu berjalan kurang seimbang, Napoli yang bermain hanya 9 orang ditambah tanpa Mazzari yang dikartu merah kewalahan menghadapi serangan-serangan Juventus, hingga akhirnya di menit ke 97, berawal dari tendangan bebas Pirlo dari sisi kanan salah diantisipasi oleh Maggio sehingga sundulannya malah merobek gawang sendiri, Juventus berbalik unggul 3-2. Unggul 3-2, Juventus agak menurunkan tempo. Meskipun begitu, Juventus sendiri berhasil menambah gol melalui Vucinic. Berawal dari umpan cantik Asamoah, bola kemudian diteruskan oleh Marchisio pada Vucinic yang berdiri bebas di kotak penalti, tanpa kesulitan berarti, Vucinic mencetak gol untuk membawa Juventus unggul 4-2. Unggul jumlah pemain dan skor membuat Juventus makin menurunkan tempo, Napoli sesekali mencoba menyerang melalui Cavani yang bermain dengan determinasi tinggi, namun karena kalah jumlah pemain, serangan Napoli mudah dipatahkan. Hingga perpanjangan waktu berakhir skor bertahan 4-2 dan Juventus berhasil meraih gelar Piala Super Italia yang mereka persembahkan untuk Antonio Conte yang terkena hukuman 10 bulan.
Showing posts with label tentangbola. Show all posts
Showing posts with label tentangbola. Show all posts
Saturday, August 11, 2012
Thursday, February 9, 2012
review semifinal coppa italia leg 1 AC Milan vs Juventus 1-2
Laga semifinal leg pertama antara AC Milan melawan Juventus berlangsung seru sejak menit-menit awal. Kedua tim silih berganti melakukan serangan. Meskipun kedua tim tidak memainkan tim terbaik mereka, namun pertandingan sengit tetap terjadi di San Siro tadi malam.
Juventus yang memainkan 3 rekrutan anyar mereka sebagai starter yaitu Martin Caceres, Simone Padoin dan Marco Borriello lebih banyak menekan AC Milan meskipun mereka bermain sebagai tim tamu. Serangan balik cepat yang digalang oleh Emanuele Giaccherini cs mampu menyulitkan barisan tengah AC Milan yang dihuni oleh Massimo Ambrosini, Clarence Seedorf dan Mark van Bommel yang cukup kesulitan dalam meladeni kecepatan para gelandang Juventus. Sayang, belum padunya duet Alessandro Del Piero dan Marco Borriello membuat serangan mereka sering terhenti di kotak pinalti AC Milan yang dikawal Philippe Mexes dan Thiago Silva.
Peluang pertama AC Milan sendiri berasal dari tembakan Seedorf di menit ke 10, sayang tembakannya masih melenceng. 5 menit kemudian giliran El Shaarawy yang mempunyai peluang, namun lagi-lagi melebar. Tidak mau terus-terusan diserang, selanjutnya giliran Juventus yang konsisten menekan AC Milan. Dimulai dari heading Bonucci di menit 19 memanfaatkan sepak pojok namun masih melebar. Lalu Estigarribia yang mempunyai 2 peluang emas di menit ke 22 dan 30, tetapi kedua tembakannya belum menemui sasaran. Selang beberapa saat kemudian, tembakan jarak jauh Giaccherini yang membentur salah satu pemain AC Milan masih mampu ditepis Amelia.
AC Milan sendiri di babak pertama ini nampak kesulitan menembus tembok rapat Juventus, di mana pemain tengah mereka hanya mampu menahan bola. Marking ketat Chiellini pada Zlatan, tackling-tackling menawan Barzagli yang mampu membaca permainan dan arah bola, serta permainan tanpa kompromi Bonucci membuat serangan AC Milan mudah dipatahkan. Tercatat hanya 3 shoot yang diperoleh AC Milan di babak pertama dengan tidak satupun yang mengarah ke gawang. Sedangkan Juventus sendiri melakukan 5 percobaan shooting dengan hanya 1 yang mengarah ke gawang.
Babak kedua berjalan lebih seru. Baru 5 menit berjalan, Juventus langsung menggebrak dengan tembakan jarak jauh Del Piero, sayang masih jauh dari sasaran. 3 menit berselang, berawal dari umpan terobosan Del Piero, Padoin yang hendak menerima bola bertabrakan dengan Thiago Silva sehingga bola dishoot oleh Borriello, meskipun tembakan Borriello masih mampu diblok oleh Amelia, namun bola liar berhasil disambar oleh Caceres untuk mengubah kedudukan menjadi 1-0 untuk Juventus. Ini juga merupakan gol pertama Caceres musim ini setelah didatangkan kembali dari Sevilla.
Tak mau kalah, AC Milan balik menekan, 1 menit kemudian mereka mendapat peluang emas dari tendangan bebas Ibrahimovic, sayang bola masih bisa diblok oleh Storari. Menit ke 58, giliran van Bommel yang mendapat peluang, namun tendangannya melebar. Akhirnya di menit ke 63, berawal dari crossing Antonini dari sisi kiri, bola berhasil diheading oleh Ambrosini. Mendapat umpan heading dari Ambrosini, El Sharaawy yang tidak terkontrol langsung menembak bola ke pojok kiri gawang Juventus dan mengubah kedudukan menjadi imbang 1-1.
Di menit ke 69 sebenarnya AC Milan mendapatkan peluang memperbesar kedudukan. Namun sayang, gol yang dicetak Ibrahimovic dianulir wasit karena sebelumnya dia melakukan handsball. Beberapa menit berselang, Ibrahimovic kembali mendapat peluang, aksi solonya berhasil mengacak-acak pertahanan Juventus, namun sayang tembakannya berhasil diblok oleh Chiellini.
Setelah silih ganti melakukan serangan, di menit ke 83 diawali oleh pergerakan Giaccherini dari sisi kiri, kemudian dia melakukan crossing yang berhasil dihalau oleh Ambrosini. Namun bola mentah berhasil dikuasai oleh Caceres, dan dengan sekali kontrol, Caceres melakukan tembakan dari luar kotak pinalti dan bola pun bersarang di kanan gawang Amelia. Gol cantik dari Caceres sekaligus gol keduanya di pertandingan ini.
Tak mau kalah di kandang sendiri, di sisa waktu AC Milan terus melakukan serangan, diantaranya tembakan El Sharaawy di menit-menit akhir yang masih melenceng. Namun hingga peluit akhir dibunyikan, skor tetap 2-1 untuk keunggulan Juventus. Skor ini sekaligus mempertahankan dominasi Juventus atas AC Milan musim ini di mana mereka memenangkan 2 pertemuan. Sekaligus skor ini menjadi keuntungan untuk Juventus karena leg kedua akan dimainkan di Juventus Arena sehingga peluang mereka lolos ke final lebih besar.
Juventus yang memainkan 3 rekrutan anyar mereka sebagai starter yaitu Martin Caceres, Simone Padoin dan Marco Borriello lebih banyak menekan AC Milan meskipun mereka bermain sebagai tim tamu. Serangan balik cepat yang digalang oleh Emanuele Giaccherini cs mampu menyulitkan barisan tengah AC Milan yang dihuni oleh Massimo Ambrosini, Clarence Seedorf dan Mark van Bommel yang cukup kesulitan dalam meladeni kecepatan para gelandang Juventus. Sayang, belum padunya duet Alessandro Del Piero dan Marco Borriello membuat serangan mereka sering terhenti di kotak pinalti AC Milan yang dikawal Philippe Mexes dan Thiago Silva.
Peluang pertama AC Milan sendiri berasal dari tembakan Seedorf di menit ke 10, sayang tembakannya masih melenceng. 5 menit kemudian giliran El Shaarawy yang mempunyai peluang, namun lagi-lagi melebar. Tidak mau terus-terusan diserang, selanjutnya giliran Juventus yang konsisten menekan AC Milan. Dimulai dari heading Bonucci di menit 19 memanfaatkan sepak pojok namun masih melebar. Lalu Estigarribia yang mempunyai 2 peluang emas di menit ke 22 dan 30, tetapi kedua tembakannya belum menemui sasaran. Selang beberapa saat kemudian, tembakan jarak jauh Giaccherini yang membentur salah satu pemain AC Milan masih mampu ditepis Amelia.
AC Milan sendiri di babak pertama ini nampak kesulitan menembus tembok rapat Juventus, di mana pemain tengah mereka hanya mampu menahan bola. Marking ketat Chiellini pada Zlatan, tackling-tackling menawan Barzagli yang mampu membaca permainan dan arah bola, serta permainan tanpa kompromi Bonucci membuat serangan AC Milan mudah dipatahkan. Tercatat hanya 3 shoot yang diperoleh AC Milan di babak pertama dengan tidak satupun yang mengarah ke gawang. Sedangkan Juventus sendiri melakukan 5 percobaan shooting dengan hanya 1 yang mengarah ke gawang.
Babak kedua berjalan lebih seru. Baru 5 menit berjalan, Juventus langsung menggebrak dengan tembakan jarak jauh Del Piero, sayang masih jauh dari sasaran. 3 menit berselang, berawal dari umpan terobosan Del Piero, Padoin yang hendak menerima bola bertabrakan dengan Thiago Silva sehingga bola dishoot oleh Borriello, meskipun tembakan Borriello masih mampu diblok oleh Amelia, namun bola liar berhasil disambar oleh Caceres untuk mengubah kedudukan menjadi 1-0 untuk Juventus. Ini juga merupakan gol pertama Caceres musim ini setelah didatangkan kembali dari Sevilla.
Tak mau kalah, AC Milan balik menekan, 1 menit kemudian mereka mendapat peluang emas dari tendangan bebas Ibrahimovic, sayang bola masih bisa diblok oleh Storari. Menit ke 58, giliran van Bommel yang mendapat peluang, namun tendangannya melebar. Akhirnya di menit ke 63, berawal dari crossing Antonini dari sisi kiri, bola berhasil diheading oleh Ambrosini. Mendapat umpan heading dari Ambrosini, El Sharaawy yang tidak terkontrol langsung menembak bola ke pojok kiri gawang Juventus dan mengubah kedudukan menjadi imbang 1-1.
Di menit ke 69 sebenarnya AC Milan mendapatkan peluang memperbesar kedudukan. Namun sayang, gol yang dicetak Ibrahimovic dianulir wasit karena sebelumnya dia melakukan handsball. Beberapa menit berselang, Ibrahimovic kembali mendapat peluang, aksi solonya berhasil mengacak-acak pertahanan Juventus, namun sayang tembakannya berhasil diblok oleh Chiellini.
Setelah silih ganti melakukan serangan, di menit ke 83 diawali oleh pergerakan Giaccherini dari sisi kiri, kemudian dia melakukan crossing yang berhasil dihalau oleh Ambrosini. Namun bola mentah berhasil dikuasai oleh Caceres, dan dengan sekali kontrol, Caceres melakukan tembakan dari luar kotak pinalti dan bola pun bersarang di kanan gawang Amelia. Gol cantik dari Caceres sekaligus gol keduanya di pertandingan ini.
Tak mau kalah di kandang sendiri, di sisa waktu AC Milan terus melakukan serangan, diantaranya tembakan El Sharaawy di menit-menit akhir yang masih melenceng. Namun hingga peluit akhir dibunyikan, skor tetap 2-1 untuk keunggulan Juventus. Skor ini sekaligus mempertahankan dominasi Juventus atas AC Milan musim ini di mana mereka memenangkan 2 pertemuan. Sekaligus skor ini menjadi keuntungan untuk Juventus karena leg kedua akan dimainkan di Juventus Arena sehingga peluang mereka lolos ke final lebih besar.
Wednesday, February 8, 2012
preview semifinal coppa italia leg 1 AC Milan vs Juventus
Dua tim favorit kuat untuk meraih scudetto musim ini, AC Milan dan Juventus akan saling berhadapan di semifinal Coppa Italia yang pada leg pertama ini akan digelar di stadion San Siro malam nanti. Meskipun hanya berhadapan di pentas kelas dua di Italia ini, namun kedua tim pasti akan menampilkan permainan terbaiknya untuk melaju ke babak final.
AC Milan yang bermain lebih dahulu di kandang berada dalam kondisi yang kurang kondusif, di mana pada 2 pertandingan terakhir, mereka tidak sanggup mencetak gol. Yaitu ketika takluk dari Lazio 0-2 di pekan ke 21 Serie A dan ketika mereka ditahan imbang Napoli 0-0 akhir pekan kemarin. Padahal, mereka merupakan tim dengan serangan terbaik di Serie A di mana mereka telah mencetak 43 gol dari 22 penampilan mereka.
Sementara Juventus sendiri masih mempertahankan rekor tidak terkalahkan mereka. Meskipun begitu, mereka tidak mampu meraih hasil maksimal ketika berhadapan dengan Siena akhir pekan lalu. Hasil imbang 0-0 yang mereka dapatkan di kandang sendiri tentu membuat Antonio Conte kecewa dan tidak ingin meraih hasil serupa saat menghadapi AC Milan malam nanti.
Dalam pertandingan ini, AC Milan tidak dapat diperkuat gelandang andalan mereka, Antonio Nocerino yang menjalani sanksi akibat akumulasi kartu. Sebaliknya, di kubu Juventus tidak ada pemain yang menjalani sanksi. Namun kedua tim diperkirakan akan merotasi pemain mereka dalam laga semifinal seperti yang mereka lakukan dalam laga perempat final. AC Milan memakai tim lapis kedua saat menekuk Lazio, Juventus pun melakukan hal yang sama saat melibas AS Roma.
Khusus untuk AC Milan, sistem rotasi ini wajib mereka lakukan untuk menghadapi jadwal yang sangat padat, di mana setelah melawan Juventus, akhir pekan nanti mereka akan menghadapi Udinese di Friuli dalam lanjutan pekan ke 23 Serie A dan pekan depan mereka akan menghadapi Arsenal dalam lanjutan babak 16 besar Liga Champions. Karena Zlatan Ibrahimovic tidak dapat diturunkan saat melawan Udinese karena skorsing yang ia terima, maka Allegri dapat menurunkan Zlatan dalam duel melawan Juventus.
Juventus sendiri diperkirakan akan menurunkan 2 pemain anyar mereka yaitu Martin Caceres dan Simone Padoin. Mereka akan bahu membahu bersama pemain-pemain yang tampil baik saat mengalahkan AS Roma di babak perempat final seperti Emanuele Giaccherini dan Alessandro Del Piero. Tim lapis kedua Juventus yang jarang mendapatkan kesempatan tampil di Serie A pasti akan membuktikan bahwa mereka punya kualitas yang tidak kalah dengan the winning team Antonio Conte yang lebih sering diturunkan di Serie A sehingga mereka dipastikan tampil habis-habisan.
Duel seru antara tim paling produktif melawan tim dengan pertahanan terkuat dipastikan akan terjadi di San Siro nanti malam. Kedua tim dipastikan akan berjuang keras untuk merebut tiket ke final.
Prakiraan formasi
AC Milan (4-3-1-2) : Amelia ; Abate, Mexes, Silva, Mesbah ; Ambrosini, Van Bommel, Seedorf ; Emanuelson ; Zlatan, El Shaarawy
Juventus (4-4-2) : Storari ; Caceres, Barzagli, Chiellini, De Ceglie ; Padoin, Pirlo, Marrone, Giaccherini ; Del Piero, Borriello
AC Milan yang bermain lebih dahulu di kandang berada dalam kondisi yang kurang kondusif, di mana pada 2 pertandingan terakhir, mereka tidak sanggup mencetak gol. Yaitu ketika takluk dari Lazio 0-2 di pekan ke 21 Serie A dan ketika mereka ditahan imbang Napoli 0-0 akhir pekan kemarin. Padahal, mereka merupakan tim dengan serangan terbaik di Serie A di mana mereka telah mencetak 43 gol dari 22 penampilan mereka.
Sementara Juventus sendiri masih mempertahankan rekor tidak terkalahkan mereka. Meskipun begitu, mereka tidak mampu meraih hasil maksimal ketika berhadapan dengan Siena akhir pekan lalu. Hasil imbang 0-0 yang mereka dapatkan di kandang sendiri tentu membuat Antonio Conte kecewa dan tidak ingin meraih hasil serupa saat menghadapi AC Milan malam nanti.
Dalam pertandingan ini, AC Milan tidak dapat diperkuat gelandang andalan mereka, Antonio Nocerino yang menjalani sanksi akibat akumulasi kartu. Sebaliknya, di kubu Juventus tidak ada pemain yang menjalani sanksi. Namun kedua tim diperkirakan akan merotasi pemain mereka dalam laga semifinal seperti yang mereka lakukan dalam laga perempat final. AC Milan memakai tim lapis kedua saat menekuk Lazio, Juventus pun melakukan hal yang sama saat melibas AS Roma.
Khusus untuk AC Milan, sistem rotasi ini wajib mereka lakukan untuk menghadapi jadwal yang sangat padat, di mana setelah melawan Juventus, akhir pekan nanti mereka akan menghadapi Udinese di Friuli dalam lanjutan pekan ke 23 Serie A dan pekan depan mereka akan menghadapi Arsenal dalam lanjutan babak 16 besar Liga Champions. Karena Zlatan Ibrahimovic tidak dapat diturunkan saat melawan Udinese karena skorsing yang ia terima, maka Allegri dapat menurunkan Zlatan dalam duel melawan Juventus.
Juventus sendiri diperkirakan akan menurunkan 2 pemain anyar mereka yaitu Martin Caceres dan Simone Padoin. Mereka akan bahu membahu bersama pemain-pemain yang tampil baik saat mengalahkan AS Roma di babak perempat final seperti Emanuele Giaccherini dan Alessandro Del Piero. Tim lapis kedua Juventus yang jarang mendapatkan kesempatan tampil di Serie A pasti akan membuktikan bahwa mereka punya kualitas yang tidak kalah dengan the winning team Antonio Conte yang lebih sering diturunkan di Serie A sehingga mereka dipastikan tampil habis-habisan.
Duel seru antara tim paling produktif melawan tim dengan pertahanan terkuat dipastikan akan terjadi di San Siro nanti malam. Kedua tim dipastikan akan berjuang keras untuk merebut tiket ke final.
Prakiraan formasi
AC Milan (4-3-1-2) : Amelia ; Abate, Mexes, Silva, Mesbah ; Ambrosini, Van Bommel, Seedorf ; Emanuelson ; Zlatan, El Shaarawy
Juventus (4-4-2) : Storari ; Caceres, Barzagli, Chiellini, De Ceglie ; Padoin, Pirlo, Marrone, Giaccherini ; Del Piero, Borriello
Sunday, February 5, 2012
preview Serie A giornata 22 juventus vs siena
Setelah ditundanya pertandingan melawan Parma tengah pekan lalu, akhir pekan ini Juventus akan menghadapi Siena dalam lanjutan Serie A pekan ke 22 di Juventus Arena. Meskipun pelatih Antonio Conte mengaku kecewa dengan ditundanya pertandingan melawan Parma, namun hal tersebut memberikan keuntungan bagi Juventus dengan bertambahnya waktu istirahat bagi mereka. Apalagi melawan Siena, kondisi Lichsteiner dan Vidal yang mengalami kelelahan pasca pertandingan ketat melawan Udinese akhir pekan lalu sudah fit sehingga bisa diturunkan.
Hal serupa juga dialami oleh Siena di mana giornata 21 yang seharusnya mereka jalankan dengan melawan Catania pun ditunda dikarenakan cuaca buruk. Oleh karena itu, Siena harus berupaya keras mencuri angka di Juventus Arena untuk menjaga posisi mereka di klasemen guna menjauhi zona degradasi. Siena sendiri sekarang berada di posisi 17 atau satu strip di atas zona degradasi. Meskipun begitu, Mattia Destro cs mempunyai modal bagus di kala bertemu dengan tim-tim besar. Lazio bisa mereka taklukkan 4-0 dan terakhir mereka menahan imbang Napoli 1-1. Sayang, keduanya dilakukan di kandang mereka sendiri, dan pertandingan tandang terakhir mereka dibekuk 3-1 oleh Parma.
Melihat fakta yang ada, jelas Juventus sangat diunggulkan dalam pertandingan kali ini. Apalagi 2 pemain baru mereka yaitu bek Martin Caceres dan gelandang serba bisa Simone Padoin sudah bisa diturunkan. Namun, Juventus sebaiknya tidak meremehkan Siena. Di pertemuan pertama mereka hanya bisa menang 1-0 setelah sebelumnya kesulitan mencetak gol. Oleh karena itu, Alessandro Matri yang menjadi pemain terbaik bulan Januari pilihan fans harus mempertahankan peformanya sebagai goal getter Juventus.
Di pertandingan kali ini, sepertinya Juventus akan memakai sistem rotasi di mana pada tengah pekan nanti mereka akan berhadapan dengan AC Milan dalam lanjutan semifinal Coppa Italia di San Siro sehingga mungkin beberapa pemain seperti Lichsteiner, Vidal dan Vucinic akan disimpan guna menghadapi AC Milan yang pasti lebih tangguh dari Siena. Namun sekali lagi, Juventus tidak boleh lengah karena AC Milan sendiri pada giornata 22 ini akan menghadapi Napoli, sehingga poin penuh wajib diraih Marchisio cs guna menjaga jarak dengan AC Milan. Apalagi di bulan Februari ini, jadwal AC Milan lebih berat dari Juventus ditambah lagi dengan dimulainya kembali babak 16 besar Liga Champions membuat kesempatan ini wajib dimaksimalkan Juventus untuk memperlebar jarak dengan AC Milan.
Apakah Juventus mampu mengalahkan Siena dan mengokohkan diri mereka sebagai capolista? Atau Juventus kembali harus mengalami kehilangan angka saat menghadapi tim yang seharusnya bisa mereka kalahkan secara mudah?
Prakiraan formasi
Juventus (4-3-3) : Buffon ; Caceres, Barzagli, Bonucci, Chiellini, Marchisio, Pirlo, Padoin ; Pepe, Matri, Giaccherini
Siena (4-4-2) : Pegolo; Terzi, Del Grosso, Vitiello, Rossettini; Vergassola, Brienza, Gazzi, De Agostino; Destro, Calaio
Hal serupa juga dialami oleh Siena di mana giornata 21 yang seharusnya mereka jalankan dengan melawan Catania pun ditunda dikarenakan cuaca buruk. Oleh karena itu, Siena harus berupaya keras mencuri angka di Juventus Arena untuk menjaga posisi mereka di klasemen guna menjauhi zona degradasi. Siena sendiri sekarang berada di posisi 17 atau satu strip di atas zona degradasi. Meskipun begitu, Mattia Destro cs mempunyai modal bagus di kala bertemu dengan tim-tim besar. Lazio bisa mereka taklukkan 4-0 dan terakhir mereka menahan imbang Napoli 1-1. Sayang, keduanya dilakukan di kandang mereka sendiri, dan pertandingan tandang terakhir mereka dibekuk 3-1 oleh Parma.
Melihat fakta yang ada, jelas Juventus sangat diunggulkan dalam pertandingan kali ini. Apalagi 2 pemain baru mereka yaitu bek Martin Caceres dan gelandang serba bisa Simone Padoin sudah bisa diturunkan. Namun, Juventus sebaiknya tidak meremehkan Siena. Di pertemuan pertama mereka hanya bisa menang 1-0 setelah sebelumnya kesulitan mencetak gol. Oleh karena itu, Alessandro Matri yang menjadi pemain terbaik bulan Januari pilihan fans harus mempertahankan peformanya sebagai goal getter Juventus.
Di pertandingan kali ini, sepertinya Juventus akan memakai sistem rotasi di mana pada tengah pekan nanti mereka akan berhadapan dengan AC Milan dalam lanjutan semifinal Coppa Italia di San Siro sehingga mungkin beberapa pemain seperti Lichsteiner, Vidal dan Vucinic akan disimpan guna menghadapi AC Milan yang pasti lebih tangguh dari Siena. Namun sekali lagi, Juventus tidak boleh lengah karena AC Milan sendiri pada giornata 22 ini akan menghadapi Napoli, sehingga poin penuh wajib diraih Marchisio cs guna menjaga jarak dengan AC Milan. Apalagi di bulan Februari ini, jadwal AC Milan lebih berat dari Juventus ditambah lagi dengan dimulainya kembali babak 16 besar Liga Champions membuat kesempatan ini wajib dimaksimalkan Juventus untuk memperlebar jarak dengan AC Milan.
Apakah Juventus mampu mengalahkan Siena dan mengokohkan diri mereka sebagai capolista? Atau Juventus kembali harus mengalami kehilangan angka saat menghadapi tim yang seharusnya bisa mereka kalahkan secara mudah?
Prakiraan formasi
Juventus (4-3-3) : Buffon ; Caceres, Barzagli, Bonucci, Chiellini, Marchisio, Pirlo, Padoin ; Pepe, Matri, Giaccherini
Siena (4-4-2) : Pegolo; Terzi, Del Grosso, Vitiello, Rossettini; Vergassola, Brienza, Gazzi, De Agostino; Destro, Calaio
Sunday, January 29, 2012
serie A giornata 20 juventus vs udinese 2-1
Juventus berhasil mempertahankan posisinya sebagai capolista setelah menekuk Udinese dengan skor 2-1 dalam pertandingan yang berlangsung tadi malam di Juventus Arena. Dalam pertandingan tersebut, 2 gol Juventus dicetak oleh penyerang mereka Alessandro Matri sedangkan gol Udinese dicetak oleh Antonio Floro Flores.
Pertandingan sendiri berjalan sengit, di mana kedua tim sama-sama memakai strategi 3-5-2. Saling serang sudah terjadi sejak menit-menit awal pertandingan. Baru 2 menit berjalan, gawang Udinese sudah terancam oleh Marcelo Estigarribia yang tinggal berhadapan dengan kiper Samir Handanovic, untung saja, tendangan Estigarribia masih bisa dihadang oleh Handanovic.
Tak mau kalah, Udinese melakukan 2 kali tendangan dari luar kotak pinalti masing-masing oleh Toto di Natale dan Pablo Armero, sayang kedua tendangan tersebut masih bisa ditepis oleh Gianluigi Buffon. Juventus pun tak mau kalah, sayang beberapa peluang dari Quagliarella, Estigarribia dan Lichsteiner belum menemui hasil.
Menit ke 23, giliran Alessandro Matri yang mengancam gawang Udinese, berawal dari serangan balik, umpan terobosan Emanuele Giaccherini diterima Matri yang tinggal berhadapan dengan Handanovic, namun Handanovic mampu menghadang tendangan dari Matri.
Akhirnya gawang Udinese bobol juga di menit ke 42. Berawal dari crossing Estigarribia dari sisi kiri, bola kemudian disundul oleh Quagliarella. Bola hasil sundulan tersebut memang masih bisa ditepis oleh Handanovic. Namun Alessandro Matri berhasil menyambar bola rebound tersebut dan mencetak gol untuk keunggulan Juventus 1-0. Hasil tersebut bertahan hingga paruh pertama usai.
Babak kedua, tempo berjalan sedikit lebih lambat. Juventus bermain lebih tenang dan sabar dengan banyak menahan bola di lini tengah. Hal tersebut dilakukan mengingat Juventus sudah unggul dan untuk meredam serangan cepat Udinese yang beberapa kali merepotkan lini belakang Juventus yang digalang Barzagli cs.
Udinese akhirnya bisa menyamakan kedudukan di menit ke 53, berawal dari aksi Isla yang berhasil merebut bola dari Chiellini, Isla membawa bola dengan cepat dan saat mendekati kotak pinalti, bola diumpan kepada Floro Flores yang berada di sisi kanan pertahanan Juventus. Tendangan Floro Flores yang baru masuk di babak kedua tidak mampu diantisipasi oleh Buffon sehingga skor berubah menjadi 1-1.
Tidak mau kehilangan poin penuh di kandang sendiri membuat Juventus memasukkan Claudio Marchisio yang cedera saat menghadapi Atalanta pekan lalu. Tak butuh waktu lama, di menit ke 62, umpan cantik dari Marchisio berhasil dimanfaatkan Matri dengan tendangannya ke pojok kiri gawang Handanovic.
Setelah skor 2-1 ini, kedua tim masih bergantian melakukan serangan. Juventus memang lebih berfokus pada penguasaan bola untuk mempertahankan keunggulan. Namun Udinese juga tidak mau menyerah dengan berulang kali melakukan serangan balik cepat. Dan hingga peluit akhir dibunyikan, skor 2-1 untuk kemenangan Juventus bertahan sekaligus menjaga posisi mereka sebagai capolista.
Pertandingan sendiri berjalan sengit, di mana kedua tim sama-sama memakai strategi 3-5-2. Saling serang sudah terjadi sejak menit-menit awal pertandingan. Baru 2 menit berjalan, gawang Udinese sudah terancam oleh Marcelo Estigarribia yang tinggal berhadapan dengan kiper Samir Handanovic, untung saja, tendangan Estigarribia masih bisa dihadang oleh Handanovic.
Tak mau kalah, Udinese melakukan 2 kali tendangan dari luar kotak pinalti masing-masing oleh Toto di Natale dan Pablo Armero, sayang kedua tendangan tersebut masih bisa ditepis oleh Gianluigi Buffon. Juventus pun tak mau kalah, sayang beberapa peluang dari Quagliarella, Estigarribia dan Lichsteiner belum menemui hasil.
Menit ke 23, giliran Alessandro Matri yang mengancam gawang Udinese, berawal dari serangan balik, umpan terobosan Emanuele Giaccherini diterima Matri yang tinggal berhadapan dengan Handanovic, namun Handanovic mampu menghadang tendangan dari Matri.
Akhirnya gawang Udinese bobol juga di menit ke 42. Berawal dari crossing Estigarribia dari sisi kiri, bola kemudian disundul oleh Quagliarella. Bola hasil sundulan tersebut memang masih bisa ditepis oleh Handanovic. Namun Alessandro Matri berhasil menyambar bola rebound tersebut dan mencetak gol untuk keunggulan Juventus 1-0. Hasil tersebut bertahan hingga paruh pertama usai.
Babak kedua, tempo berjalan sedikit lebih lambat. Juventus bermain lebih tenang dan sabar dengan banyak menahan bola di lini tengah. Hal tersebut dilakukan mengingat Juventus sudah unggul dan untuk meredam serangan cepat Udinese yang beberapa kali merepotkan lini belakang Juventus yang digalang Barzagli cs.
Udinese akhirnya bisa menyamakan kedudukan di menit ke 53, berawal dari aksi Isla yang berhasil merebut bola dari Chiellini, Isla membawa bola dengan cepat dan saat mendekati kotak pinalti, bola diumpan kepada Floro Flores yang berada di sisi kanan pertahanan Juventus. Tendangan Floro Flores yang baru masuk di babak kedua tidak mampu diantisipasi oleh Buffon sehingga skor berubah menjadi 1-1.
Tidak mau kehilangan poin penuh di kandang sendiri membuat Juventus memasukkan Claudio Marchisio yang cedera saat menghadapi Atalanta pekan lalu. Tak butuh waktu lama, di menit ke 62, umpan cantik dari Marchisio berhasil dimanfaatkan Matri dengan tendangannya ke pojok kiri gawang Handanovic.
Setelah skor 2-1 ini, kedua tim masih bergantian melakukan serangan. Juventus memang lebih berfokus pada penguasaan bola untuk mempertahankan keunggulan. Namun Udinese juga tidak mau menyerah dengan berulang kali melakukan serangan balik cepat. Dan hingga peluit akhir dibunyikan, skor 2-1 untuk kemenangan Juventus bertahan sekaligus menjaga posisi mereka sebagai capolista.
Saturday, January 28, 2012
preview Serie A giornata 20 Juventus vs Udinese
Paruh kedua Serie A musim 2011-2012 telah dimulai. Juventus yang mengakhiri paruh musim pertama sebagai juara paruh musim tanpa terkalahkan akan menjamu lawan tangguh yaitu Udinese di yang saat ini bercokol di urutan ketiga dengan selisih 3 poin di bawah Juventus.
Duel ini dipastikan akan menarik mengingat posisi kedua tim yang berada di papan atas membuat mereka tidak mau kehilangan poin. Juventus harus memenangkan pertandingan guna terus menjaga jarak mereka dengan AC Milan. Apalagi lawan AC Milan tidak terlalu berat yaitu Cagliari. Sementara Udinese sendiri tidak mau kalah untuk tetap bertahan di jalur juara sekaligus menghindari kejaran Inter Milan yang berada di bawah mereka. Apalagi sebelum dikalahkan Napoli di perempat final Coppa Italia pertengahan minggu lalu, Inter Milan sudah meraih tujuh kemenangan beruntun di liga.
Untuk urusan peforma, Juventus sedikit lebih baik dibandingkan Udinese. Di mana pekan lalu mereka mengalahkan Atalanta dengan skor 2-0 dan menekuk AS Roma di ajang Coppa Italia dengan skor 3-0. Dua hasil ini tentu akan meningkatkan kepercayaan diri Juventus untuk bisa memenangkan pertandingan. Apalagi pertandingan away terakhir Udinese berakhir dengan kekalahan 3-2 dari Genoa, meskipun pekan lalu mereka berhasil menekuk Catania 2-1 di Friuli.
Berita baik lainnya bagi Juventus adalah Claudio Marchisio dan Simone Pepe yang cedera saat mengalahkan Atalanta sudah bisa dimainkan kembali. Arturo Vidal yang sempat dikabarkan cedera ringan saat latihan pun sudah bisa tampil. Apalagi dengan sedang naiknya peforma dua gelandang muda, Luca Marrone dan Emanuele Giaccherini akan membuat lini tengah Juventus semakin kuat. Hanya saja, Mirko Vucinic masih didera cedera, selain itu pemain anyar mereka Martin Caceres belum bisa dibawa untuk pertandingan ini karena baru saja menyelesaikan masalah administrasi dari transfernya. Namun hal ini tidak menjadi masalah bagi Juventus yang masih mempunyai banyak stok pemain di bench.
Hanya saja, Juventus tidak boleh lengah dan menganggap remeh Udinese. Perlu diingat, saat duel sebelumnya yang berlangsung di Friuli, penyelesaian akhir menjadi titik lemah mereka sehingga tidak bisa memaksimalkan pertandingan yang sebenarnya mereka kuasai sehingga laga berakhir 0-0. Alessandro Matri, Marco Borriello, Alessandro Del Piero atau Fabio Quagliarella yang dipercaya pelatih Antonio Conte untuk tampil nanti malam harus bisa mengatasi masalah ini. Untuk lini belakang yang dikomandoi Giorgio Chiellini pun harus mampu meredam dan mengantisipasi serangan balik cepat andalan Udinese yang mampu merepotkan mereka di laga sebelumnya.
Prakiraan line up
Juventus (4-4-2) : Buffon; Lichsteiner, Barzagli, Bonucci, Chiellini; Pepe, Pirlo, Vidal, Giaccherini ; Del Piero, Matri
Udinese (3-5-2) : Handanovic; Danilo, Domizzi, Feronetti ; Isla, Armero, Basta, Fernandes, Pinzi ; Abdi, Di Natale
Duel ini dipastikan akan menarik mengingat posisi kedua tim yang berada di papan atas membuat mereka tidak mau kehilangan poin. Juventus harus memenangkan pertandingan guna terus menjaga jarak mereka dengan AC Milan. Apalagi lawan AC Milan tidak terlalu berat yaitu Cagliari. Sementara Udinese sendiri tidak mau kalah untuk tetap bertahan di jalur juara sekaligus menghindari kejaran Inter Milan yang berada di bawah mereka. Apalagi sebelum dikalahkan Napoli di perempat final Coppa Italia pertengahan minggu lalu, Inter Milan sudah meraih tujuh kemenangan beruntun di liga.
Untuk urusan peforma, Juventus sedikit lebih baik dibandingkan Udinese. Di mana pekan lalu mereka mengalahkan Atalanta dengan skor 2-0 dan menekuk AS Roma di ajang Coppa Italia dengan skor 3-0. Dua hasil ini tentu akan meningkatkan kepercayaan diri Juventus untuk bisa memenangkan pertandingan. Apalagi pertandingan away terakhir Udinese berakhir dengan kekalahan 3-2 dari Genoa, meskipun pekan lalu mereka berhasil menekuk Catania 2-1 di Friuli.
Berita baik lainnya bagi Juventus adalah Claudio Marchisio dan Simone Pepe yang cedera saat mengalahkan Atalanta sudah bisa dimainkan kembali. Arturo Vidal yang sempat dikabarkan cedera ringan saat latihan pun sudah bisa tampil. Apalagi dengan sedang naiknya peforma dua gelandang muda, Luca Marrone dan Emanuele Giaccherini akan membuat lini tengah Juventus semakin kuat. Hanya saja, Mirko Vucinic masih didera cedera, selain itu pemain anyar mereka Martin Caceres belum bisa dibawa untuk pertandingan ini karena baru saja menyelesaikan masalah administrasi dari transfernya. Namun hal ini tidak menjadi masalah bagi Juventus yang masih mempunyai banyak stok pemain di bench.
Hanya saja, Juventus tidak boleh lengah dan menganggap remeh Udinese. Perlu diingat, saat duel sebelumnya yang berlangsung di Friuli, penyelesaian akhir menjadi titik lemah mereka sehingga tidak bisa memaksimalkan pertandingan yang sebenarnya mereka kuasai sehingga laga berakhir 0-0. Alessandro Matri, Marco Borriello, Alessandro Del Piero atau Fabio Quagliarella yang dipercaya pelatih Antonio Conte untuk tampil nanti malam harus bisa mengatasi masalah ini. Untuk lini belakang yang dikomandoi Giorgio Chiellini pun harus mampu meredam dan mengantisipasi serangan balik cepat andalan Udinese yang mampu merepotkan mereka di laga sebelumnya.
Prakiraan line up
Juventus (4-4-2) : Buffon; Lichsteiner, Barzagli, Bonucci, Chiellini; Pepe, Pirlo, Vidal, Giaccherini ; Del Piero, Matri
Udinese (3-5-2) : Handanovic; Danilo, Domizzi, Feronetti ; Isla, Armero, Basta, Fernandes, Pinzi ; Abdi, Di Natale
Thursday, January 26, 2012
Strategi Transfer Musim Dingin Juventus 2011-2012
Juventus mengawali tahun 2012 dengan prestasi yang memuaskan, bertengger sebagai capolista hingga pekan ke 19 Serie A sekaligus menjadikan mereka sebagai juara tengah musim, selain itu, prestasi tersebut mereka raih tanpa mengalami kekalahan sekalipun. Di coppa Italia sendiri, mereka berhasil melaju ke babak semifinal setelah mengalahkan Bologna 2-1 melalui perpanjangan waktu di babak 16 besar dan menaklukkan AS Roma dengan skor 3-0 di babak perempat final. Lawan yang menanti Juventus di babak semifinal nanti adalah pemenang antara Lazio vs AC Milan.
Sebagai salah satu langkah untuk menghadapi persaingan paruh kedua Serie A yang pastinya akan semakin sengit karena klub-klub lain pun pastinya mengincar posisi capolista Juventus dan sangat ingin menodai rekor tak terkalahkan Juventus, maka Juventus memulai aksi mereka di bursa transfer musim dingin untuk memperkuat skuad mereka dengan beberapa pemain baru.
Namun karena jendela transfer musim dingin yang lebih singkat daripada musim panas, ditambah lagi dengan skuad yang sudah padu, menjadikan Juventus dan kebanyakan klub lain hanya merekrut beberapa pemain untuk melengkapi skuad yang sudah ada. Merekrut terlalu banyak pemain hanya akan merusak ritme dan keseimbangan tim.
Rekrutan pertama Juventus di bursa transfer musim dingin adalah Marco Borriello
Pasti banyak pengamat sepakbola apalagi fans Juventus yang heran akan keputusan klub untuk mendatangkan Borriello. Namun berdasarkan pengamatan saya, ada 2 hal yang mungkin menjadi alasan Juventus mendatangkan Borriello.
1. Kurang produktifnya striker yang mereka punyai.
Hingga pekan ke 16 sebelum bursa transfer musim dingin dibuka, duet striker utama Juventus hanya menghasilkan 8 gol (Matri 6 gol dan Vucinic 2 gol). Jumlah yang sangat minim untuk ukuran striker yang bermain di klub sebesar Juventus. Dan jumlah itupun kalah jika dibandingkan dengan top skorer di klub pesaing Juventus dalam memperebutkan scudetto musim ini di mana Ibrahimovic dari AC Milan dan Di Natale dari Udinese bahkan bersaing di perebutan gelar top skorer.
Hal ini sungguh merupakan pemandangan yang aneh di mana Juventus mempunyai tujuh striker. Yaitu Matri, Vucinic, Quagliarella, Del Piero, Iaquinta, Toni dan Amauri. Matri terlalu malas sebagai striker, Vucinic lebih berperan sebagai breaker, di mana dia lebih sering memberikan assist, selain itu dia belum beradaptasi secara maksimal di Juventus sehingga dia terlihat sering menyia-nyiakan peluang, Quagliarella lebih fokus pada pemulihan cederanya, Del Piero terlalu tua meskipun secara teknik dan mental mungkin ia masih striker terbaik Juventus, sementara 3 nama lain tidak masuk ke dalam rencana Conte. Amauri bahkan telah dijual ke Fiorentina.
2. Faktor harga
Dengan singkatnya jendela transfer musim dingin membuat Juventus sulit untuk menggaet nama besar untuk mereka rekrut, mungkin di bursa transfer musim dingin tahun lalu ada 2 nama di liga Inggris yang menghebohkan saat itu, yaitu transfer Fernando Torres dan Edin Dzeko. Namun kedua pemain tersebut didatangkan dengan harga yang selangit.
Juventus sudah mengeluarkan segelontor uang untuk merombak tim mereka musim panas lalu, sungguh bukan tindakan bijak jika mereka mengeluarkan banyak dana untuk merekrut satu nama untuk direkrut. Beppe Marotta sebagai direktur transfer pasti sudah mengerti akan hal itu. Oleh sebab itu, bukan perkara mudah baginya untuk mencari striker berkualitas dengan harga murah dan proses tidak berbelit-belit.
Dan akhirnya, nama Borriello lah yang dipilih setelah berkonsultasi dengan Conte dan management tentunya, Borriello direkrut dengan status pinjaman, dengan kompensasi hanya 500rb euro dan proses yang lancar dikarenakan posisi Borriello di AS Roma yang saat itu juga jarang ditampilkan oleh pelatih Luis Enrique.
Rekrutan kedua Juventus adalah Martin Caceres
Sama dengan Marco Borriello, Martin Caceres pun didatangkan dengan status pinjaman dari Sevilla dengan kompensasi 1,5 juta euro. Dibalik kedatangannya, sebenarnya ada pemain lain yang masuk dalam buruan Juventus yaitu Freddy Guarin, gelandang asal Kolombia yang bermain untuk Porto.
1. Faktor kebutuhan
Posisi defender di Juventus musim ini sangat rawan, hanya ada Lichsteiner, Barzagli, Bonucci, Chiellini dan De Ceglie yang bergantian dipercaya Conte untuk mengisi pos defender. Motta dan Grosso tidak masuk ke dalam rencana Conte. Apalagi Sorensen sudah dibeli setengah kepemilikannya oleh Bologna dan memperkuat klub tersebut hingga akhir musim. Jumlah ini tentunya sangat sedikit, apalagi jika ada defender yang cedera atau bermain buruk, sangat sulit mencari penggantinya, oleh sebab itu, Juventus lebih memilih Caceres yang bisa bermain di semua posisi di lini belakang, mulai dari bek tengah, kanan, kiri hingga sweeper. Sehingga Caceres diharapkan mampu menutupi kekurangan pemain Juventus di lini belakang.
Sementara di lini tengah sendiri, kombinasi MVP (Marchisio, Vidal, Pirlo) sangat tidak tergantikan, bahkan Pazienza yang menjadi back up mereka sangat jarang diberikan kesempatan tampil. Jika merekrut Guarin mungkin akan menambah variasi lini tengah Juventus, namun resikonya adalah keseimbangan lini tengah yang sudah pas dengan kombinasi tersebut bisa terganggu, apalagi Marrone sudah mulai sering diberikan kesempatan tampil dan permainannya juga tidak mengecewakan. Sehingga untuk lini tengah, dirasa belum terlalu urgent untuk merekrut pemain baru di bursa transfer musim dingin ini.
2. Faktor adaptasi
Caceres sudah pernah memperkuat Juventus di musim 2009-2010 dengan status pinjaman dari Barcelona. Saat itu, dia bermain sebanyak 13 kali dan mencetak 1 gol. Tentunya kembali ke Juventus setelah hengkang 1,5 musim bukan waktu yang lama untuk beradaptasi ulang dengan lingkungan di Juventus. Lain halnya dengan Guarin yang sama sekali belum pernah bermain di Serie A sehingga beresiko akan menghabiskan banyak waktu untuk dia beradaptasi dan bukan tidak mungkin nasibnya akan seperti Eljero Elia yang sebenarnya pemain muda bertalenta namun lebih banyak menghabiskan waktu di bench karena belum bisa beradaptasi sepenuhnya dengan iklim di Serie A.
3. Faktor harga
Ya, lagi-lagi faktor harga. Beppe Marotta hampir semua pembeliannya dilakukan dengan pinjaman lalu dipermanenkan, atau pembelian langsung namun dengan metode cicilan. Kebijakan yang cerdas sebenarnya jika dihubungkan dengan kondisi perekonomian negara-negara di Eropa saat ini. Dengan meminjam pemain, klub hanya membayar sedikit kompensasi, dan jika pemain tidak mampu berkontribusi maksimal, klub tinggal memulangkannya di akhir musim dan tidak mengalami kerugian yang krusial. Bayangkan jika klub langsung membeli pemain, apalagi dengan banderol tinggi, jika pemain tidak mampu berkontribusi maksimal, klub jugalah yang akan merugi. Juventus tentu tidak ingin mengulangi kejadian saat mereka merekrut Amauri dan Felipe Melo dengan harga tinggi namun tidak mampu berkontribusi maksimal.
Juventus tentu telah mempertimbangkan hal tersebut, apalagi Guarin tidak diberi opsi peminjaman oleh Porto sehingga untuk merekrutnya harus dengan pembelian langsung. Mungkin Guarin lebih cocok untuk memperkuat Juventus di musim panas. Namun, jendela transfer musim dingin sendiri belum ditutup, masih banyak strategi Juventus yang bisa kita simak, dan sekarang sebaiknya kita dukung dan saksikan saja apakah 2 pemain rekrutan baru Juventus ini mampu memberikan yang terbaik di sisa musim.
Monday, July 12, 2010
beberapa fakta unik world cup 2010
ini mungkin beberapa fakta yang udah kalian tau..cuma pengen share aja buat nambah2 wawasan..hehehe
1. tahun 1970, jerman merebut tempat ketiga piala dunia setelah mengalahkan uruguay dengan skor 1-0..kapten mereka saat itu, franz beckenbauer tidak bermain..dan di piala dunia tersebut,sepatu emas didapat oleh gerd mueller..pemain bernomor punggung 13 dan bermain di bayern muenchen saat itu..tapi kemudian 4 taun setelahnya (1974) jerman berhasil juara.
kesamaannya, tahun 2010 ini, di perebutan tempat ketiga, jerman juga menang atas uruguay, cuma, skornya 3-2..kapten mereka, phillip lahm juga ga main, dan sepatu emas juga didapat dengan orang bernama mueller, bernomor punggung 13, dan bermain di bayern muenchen..Thomas Mueller. apakah 2014 nanti jerman bisa juara?
2. prancis merupakan tim yang "labil".
di piala dunia 1994, mereka ga lolos
pas piala dunia 1998, tiba2 jadi juara (emang sih faktor tuan rumah, tapi emg lagi generasi emasnya mereka saat itu, sama kayak spanyol skarang)
pas piala 2002, ga lolos fase grup
pas piala 2006, dengan sisa2 tenaga si zidane cs, mereka nembus final
piala dunia 2010 sekarang, ga lolos fase grup lagi
apakah di piala dunia 2014 mereka bakal membuat kejutan lagi??
3. saat melawan uruguay di perempat final, tendangan penalti Ghana di menit terakhir perpanjangan waktu yang dieksekusi Asamoah Gyan, membentur tiang dan membuat mereka gagal menjadi tim pertama Afrika yang maju ke semifinal..
saat melawan Jerman, tendangan bebas Uruguay di menit terakhir yang dieksekusi diego forlan juga membentur tiang yang membuat mereka gagal menjadi juara 3..apakah ini karma?
4. hampir semua pemain Juventus yang bermain di World Cup 2010 ini bermain buruk dan kebanyakan menjadi biang kerok tim yang mereka perkuat..mungkin masih pengaruh musim buruk yang mereka lewati
1.Gianluigi Buffon..cuma tampil 45 menit di piala dunia ini karena cedera..
2.Fabio Cannavaro.. terlalu tua untuk main di piala dunia, penyebab bobolnya gawang italia oleh selandia baru
3.Felipe Melo..membuat blunder saat terjadinya gol pertama belanda saat perempat final, ditambah dengan kartu merah yang ia terima membuat brazil gagal lolos ke semifinal 2 kali berturut-turut
4. Claudio Marchisio..gagal menggantikan peran francesco totti yang pensiun timnas usai piala dunia 2006..permainan buruknya membuat italia mandul..supplai bola ke striker minim, bahkan saat lawan slovakia, dia tidak dimainkan
5. Belanda lolos ke final 3 kali selama piala dunia (1974,1978 dan 2010) tapi selalu kalah
Spanyol baru lolos satu kali ke final piala dunia, langsung jadi juara
6. Argentina berhadapan dengan Meksiko di babak 16 besar piala dunia 2006, lalu lolos ke perempat final dan berhadapan dengan Jerman...tapi kalah..
kejadian ini terulang di piala dunia 2010..
Prancis mengalahkan Brazil di perempat final piala dunia 2006, lalu kandas di final..Senasib dengan Belanda di 2010 yang setelah mengalahkan Brazil di perempat final tapi akhirnya kalah di final
7. keberhasilan spanyol,belanda dan jerman merebut posisi 1,2 dan 3 tidak lepas dari "pemain asing"..
beberapa pemain asing dari jerman : boateng (ghana) ,tasci (turki kalo ga salah) ,aogo( nigeria) khedira (tunisia) ,ozil (turki) , trochowki (polandia), mario gomez (spanyol) ,cacau (brazil) ,marin (bosnia atau serbia kalo ga salah) ,klose (polandia) ,podolski (polandia)..
beberapa pemain asing belanda konon kabarnya keturunan indonesia, seperti van bronckhorst, de zeeuw, van der wiel, heitinga, de jong, bahkan van persie..wallahu alam
pemain asing dari spanyol berasal dari catalunya..negara dalam negara, seperti victor valdes, pique, puyol, busquets, xavi, iniesta, pedro..denger2 fabregas juga termasuk
yaaa segini dulu deh ya barangkali bisa nambah wawasan kita, hehehe
1. tahun 1970, jerman merebut tempat ketiga piala dunia setelah mengalahkan uruguay dengan skor 1-0..kapten mereka saat itu, franz beckenbauer tidak bermain..dan di piala dunia tersebut,sepatu emas didapat oleh gerd mueller..pemain bernomor punggung 13 dan bermain di bayern muenchen saat itu..tapi kemudian 4 taun setelahnya (1974) jerman berhasil juara.
kesamaannya, tahun 2010 ini, di perebutan tempat ketiga, jerman juga menang atas uruguay, cuma, skornya 3-2..kapten mereka, phillip lahm juga ga main, dan sepatu emas juga didapat dengan orang bernama mueller, bernomor punggung 13, dan bermain di bayern muenchen..Thomas Mueller. apakah 2014 nanti jerman bisa juara?
2. prancis merupakan tim yang "labil".
di piala dunia 1994, mereka ga lolos
pas piala dunia 1998, tiba2 jadi juara (emang sih faktor tuan rumah, tapi emg lagi generasi emasnya mereka saat itu, sama kayak spanyol skarang)
pas piala 2002, ga lolos fase grup
pas piala 2006, dengan sisa2 tenaga si zidane cs, mereka nembus final
piala dunia 2010 sekarang, ga lolos fase grup lagi
apakah di piala dunia 2014 mereka bakal membuat kejutan lagi??
3. saat melawan uruguay di perempat final, tendangan penalti Ghana di menit terakhir perpanjangan waktu yang dieksekusi Asamoah Gyan, membentur tiang dan membuat mereka gagal menjadi tim pertama Afrika yang maju ke semifinal..
saat melawan Jerman, tendangan bebas Uruguay di menit terakhir yang dieksekusi diego forlan juga membentur tiang yang membuat mereka gagal menjadi juara 3..apakah ini karma?
4. hampir semua pemain Juventus yang bermain di World Cup 2010 ini bermain buruk dan kebanyakan menjadi biang kerok tim yang mereka perkuat..mungkin masih pengaruh musim buruk yang mereka lewati
1.Gianluigi Buffon..cuma tampil 45 menit di piala dunia ini karena cedera..
2.Fabio Cannavaro.. terlalu tua untuk main di piala dunia, penyebab bobolnya gawang italia oleh selandia baru
3.Felipe Melo..membuat blunder saat terjadinya gol pertama belanda saat perempat final, ditambah dengan kartu merah yang ia terima membuat brazil gagal lolos ke semifinal 2 kali berturut-turut
4. Claudio Marchisio..gagal menggantikan peran francesco totti yang pensiun timnas usai piala dunia 2006..permainan buruknya membuat italia mandul..supplai bola ke striker minim, bahkan saat lawan slovakia, dia tidak dimainkan
5. Belanda lolos ke final 3 kali selama piala dunia (1974,1978 dan 2010) tapi selalu kalah
Spanyol baru lolos satu kali ke final piala dunia, langsung jadi juara
6. Argentina berhadapan dengan Meksiko di babak 16 besar piala dunia 2006, lalu lolos ke perempat final dan berhadapan dengan Jerman...tapi kalah..
kejadian ini terulang di piala dunia 2010..
Prancis mengalahkan Brazil di perempat final piala dunia 2006, lalu kandas di final..Senasib dengan Belanda di 2010 yang setelah mengalahkan Brazil di perempat final tapi akhirnya kalah di final
7. keberhasilan spanyol,belanda dan jerman merebut posisi 1,2 dan 3 tidak lepas dari "pemain asing"..
beberapa pemain asing dari jerman : boateng (ghana) ,tasci (turki kalo ga salah) ,aogo( nigeria) khedira (tunisia) ,ozil (turki) , trochowki (polandia), mario gomez (spanyol) ,cacau (brazil) ,marin (bosnia atau serbia kalo ga salah) ,klose (polandia) ,podolski (polandia)..
beberapa pemain asing belanda konon kabarnya keturunan indonesia, seperti van bronckhorst, de zeeuw, van der wiel, heitinga, de jong, bahkan van persie..wallahu alam
pemain asing dari spanyol berasal dari catalunya..negara dalam negara, seperti victor valdes, pique, puyol, busquets, xavi, iniesta, pedro..denger2 fabregas juga termasuk
yaaa segini dulu deh ya barangkali bisa nambah wawasan kita, hehehe
Sunday, July 11, 2010
beberapa alasan jerman bisa menang lawan uruguay
ada beberapa alasan jerman bisa menang lawan uruguay:
1. jika dilihat dari statistik pertandingan di World Cup 2010 ini, Jerman clean sheet saat pertandingan pertama lawan Australia, kebobolan saat lawan Serbia, clean sheer lagi pas lawan Ghana, kebobolan lagi pas lawan Inggris, clean sheet pas lawan Argentina, kebobolan pas lawan Spanyol..kalo pola itu terus berjalan, Jerman harusnya clean sheet lawan Uruguay yang artinya, Jerman ga bakal kalah, kecuali ada kemungkinan kalah via adu penalti
2. selama World Cup 2010, Uruguay ga pernah menang lawan tim negara eropa, seri 0-0 lawan Prancis dan kalah 3-2 ama Belanda
3. sebaliknya, selama World Cup 2010, Jerman ga pernah kalah lawan tim amerika latin, biarpun baru sekali ketemu yaitu pas lawan Argentina, menang 4-0
4. dari segi sejarah, uruguay ga pernah menang saat perebutan tempat ketiga, mereka kalah di play off perebutan tempat ketiga tahun 1954 dan 1970
5. sebaliknya, jerman selalu menang saat perebutan tempat ketiga, lupa taun berapa aja, hehehe..terakhir taun 2006 kemaren menang lawan portugal
6. jerman kemungkinan besar menang kalau 2 hal : mereka mencetak gol duluan dan klose nyetak gol..karena dari semua pertandingan jerman di World Cup 2010 ini, kemenangan jerman didapat jika mereka ngegolin lebih dulu dan ada klose yang nyetak gol..sambil usaha menyamai atau melebihi rekor ronaldo..mudah2an dia fit malem ini..
7. kabarnya paul si gurita juga milih jerman jadi juara 3, hehehehe
yaaa mungkin cuma ini ramalan dan prediksi pertandingan dari gw, hasil akhir tergantung di lapangan nanti..kalau bener ya syukur, kalo salah ya malu..hahaahahaha
1. jika dilihat dari statistik pertandingan di World Cup 2010 ini, Jerman clean sheet saat pertandingan pertama lawan Australia, kebobolan saat lawan Serbia, clean sheer lagi pas lawan Ghana, kebobolan lagi pas lawan Inggris, clean sheet pas lawan Argentina, kebobolan pas lawan Spanyol..kalo pola itu terus berjalan, Jerman harusnya clean sheet lawan Uruguay yang artinya, Jerman ga bakal kalah, kecuali ada kemungkinan kalah via adu penalti
2. selama World Cup 2010, Uruguay ga pernah menang lawan tim negara eropa, seri 0-0 lawan Prancis dan kalah 3-2 ama Belanda
3. sebaliknya, selama World Cup 2010, Jerman ga pernah kalah lawan tim amerika latin, biarpun baru sekali ketemu yaitu pas lawan Argentina, menang 4-0
4. dari segi sejarah, uruguay ga pernah menang saat perebutan tempat ketiga, mereka kalah di play off perebutan tempat ketiga tahun 1954 dan 1970
5. sebaliknya, jerman selalu menang saat perebutan tempat ketiga, lupa taun berapa aja, hehehe..terakhir taun 2006 kemaren menang lawan portugal
6. jerman kemungkinan besar menang kalau 2 hal : mereka mencetak gol duluan dan klose nyetak gol..karena dari semua pertandingan jerman di World Cup 2010 ini, kemenangan jerman didapat jika mereka ngegolin lebih dulu dan ada klose yang nyetak gol..sambil usaha menyamai atau melebihi rekor ronaldo..mudah2an dia fit malem ini..
7. kabarnya paul si gurita juga milih jerman jadi juara 3, hehehehe
yaaa mungkin cuma ini ramalan dan prediksi pertandingan dari gw, hasil akhir tergantung di lapangan nanti..kalau bener ya syukur, kalo salah ya malu..hahaahahaha
Subscribe to:
Posts (Atom)